Monday, March 19, 2012

Aturan main !


Wanti   Wanti *

Maaf!  Anda dilarang membaca, menyalin , menyadur dan atau memfotocopy sebagian dan atau keseluruhan  buku ini, apalagi mempercayai !
Sebab  efek terhadap diri anda, dan atau orang lain dengan gejala semakin bingung , tersesatkan,  bahkan merasa direndahkan oleh tulisan ini  penulis anjurkan berhenti membaca sampai di sini !
 Anda masih nekad ? Tanggung sendiri resikonya! Sebab buku ini  berisi angan- angan dan obrolan awam dan  fiktif  tentang tosan aji dalam versi jurnal seingat dan sekehendak gue sebagai sarana ngudhal rasa sekaligus introspeksi,  tentunya tidak bermaksud menyalahkan apalagi menghujat .

Penokohannya menggunakan panakawan dengan teknik lintas sejarah amburadul, mengenai waktu dan tempat tidak sesuai dengan sejarah  manapun.
Berkisah tentang  tokoh tua dan mapan ilmu kebatinannya kita sebut Tualen Bijak diikuti anaknya Merdhah Wah yang cerdik , sedangkan elit lainnya adalah keluarga Delam Ampun yang tak  pernah  merasa berdosa,
disertai sang putra Sengut Resek yang perilakunya hmmm ... begitulah!
Sementara kru yang lain  Sebul Bul si cuek menjengkelkan ,
ditambah Palet Sendu si pesimistis yang takut akan kehidupan esok hari.
Konon mereka masih ada hubungan kerabat.
Yang bisa kita pungut dari serpihan dialog mereka adalah adanya kemauan mengikuti arus dan meramaikan iklim ngleluri budaya leluhur.
                    

Bila anda terprovokasi dan tidak nyaman dengan tulisan ini berarti anda masih  butuh belajar membaca , maka saya ingatkan untuk mengkaji  ulang paragraf pertama dan bagian catatan di bawah !
 Disadari banyak ngawurnya dalam penulisan buku ini, maka kritik,  saran , dan masukan dari pembaca kami abaikan ! Sebab penulis yakin anda bisa membuahkan karya yang  lebih baik daripada ini.
Akhir kata bila anda percaya sungguhlah kelewatan . Nuwun !


                                   Penulis

* Untuk ditaati oleh pembaca dan dianggap telah menyetujui secara formal dalam hukum dengan  konsekuensi bersedia untuk dituntut 



Tualen

Sebul
Merdhah



Palet
Sengut
Delam